Kamis, 21 November 2013

TUGAS 6 (KELOMPOK)



Franchising Luar Negri yang Ada Di Indonesia


Franchise atau waralaba adalah suatu bentuk kerja sama dimana pemberi waralaba (franchisor) member ijin kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merek dagang produk dan jasa, dan sistem operasi usahanya. Sebagai timbal baliknya, penerima waralaba membayar suatu jumlah yang seperti franchise dan royalty fee atau lainnya. (PP No 16 tahun 1997 tgl 16 Juni 1997).
Berikut pengertian dari beberapa istilah yang kerap digunakan dalam dunia waralaba:
          Franchisor (Pemberi Waralaba): badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain (franchisee) untuk memanfaatkan segala ciri khas usaha dan segala kekayaan intelektual seperti nama, merek dagang, dan sistem usaha yang dimilikinya.
          Franchisee (Penerima Waralaba): badan usaha atau perorangan yang diberikan atau menerima hak untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh franchisor.
          Master Franchisee: franchisee yang diberi hak oleh franchisor  untuk memberikan hak lanjutan kepada franchisee lainnya pada suatu area tertentu, dan atau membuka sendiri unit-unit franchisee lanjutan tersebut pada daerah tertentu.
          Franchise Fee: kontribusi fee dari franchisee kepada franchisor sebagi imbalan atas pemberian hak pemanfaatan dan penggunaan hak intelektual yang dimiliki oleh franchisor dalam kurun waktu tertentu. Kerap franchise fee ini disebut one-time fee karena hanya dibayarkan untuk satu kali bentuk hak yang diterima.
          Royalty Fee: kontribusi fee dari operasional usaha franchisee yang dibayarkan kepada franchisor secara periodik, biasanya secara bulanan. Lazimnya, royalti fee berupa persentase tertentu dari besarnya omzet penjualan franchisee.

Salah satu contoh franchising asing di Indonesia adalah  Nike inc.
Nike, Inc. adalah salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga Amerika Serikat yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Mereka terkenal karena mensponsori beberapa olahragawan terkenal di dunia seperti Tiger Woods, dan Michael Jordan. Selain itu mereka juga memiliki perjanjian dengan berbagai tim sepak bola dunia seperti Manchester United, F.C. Barcelona, Arsenal, Juventus,  Inter Milan, VfL Wolfsburg, Hertha BSC Berlin, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, Valencia. Atlético de Madrid, Glasgow Celtic, FC Porto, Paris Saint-Germain, Boca Juniors, dan Corinthians
Didirikan pada tahun 1972
Pendiri William J. "Bill" Bowerman Philip H. Knight
Kantor pusat Beaverton, Oregon, Amerika Serikat
Tokoh penting Philip H. Knight (Ketua) Mark Parker (CEO) & (Presiden)
Produk nike Sepatu Pakaian Perlengkapan olahraga Aksesoris
Pendapatan AS$ 16,325 miliar (2007)
Laba usaha
AS$ 2,199 miliar (2007)
Laba bersih
AS$ 1,491 miliar (2007)
Jumlah asset
AS$ 10,688 miliar (2007)
Jumlah ekuitas
AS$ 7,025 miliar (2007)
Karyawan 30.200 (2008)
Slogan Just Do It! Dgn Situs web Nike.com
Visi : Menjual barang-barang dari Nike Store ke pelanggan di Indonesia
Misi : Dengan Cara melayani pembeli dengan Ramah dan sopan agar bisnis ini dapat berjalan dengan baik

Nike di Indonesia
Nike telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang merupakan produk dari sana. Dalam sebuah wawancara pers di November 1994, koordinator perusahaan Nike di Indonesia, Tony Band, mengatakan perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Di antaranya merupakan bekas-bekas basis perusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan -yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merek lain seperti Reebok, Adidas dan Puma.
Hubungan antara Nike dan kontraktor di Indonesia cukup dekat. Setiap personel Nike di setiap pabrik di Indonesia memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike.
Sebagian besar pabrik yang memproduksi untuk Nike berlokasi di daerah yang baru dikembangkan untuk industri ringan di Tangerang dan Serang, sebelah barat Jakarta. Pada pabrik yang dimiliki Korea (dan beberapa yang dimiliki Indonesia juga) manajemen puncaknya dipegang oleh orang Korea. manajer tingkat menengah dan supervisor juga dapat berasal dari Korea atau Indonesia. Tapi para pekerja produksi semua berasal dari Indonesia, terutama wanita muda dalam kelompok usia 16-22, biasanya pekerja tersebut berasal dari pulau Jawa


Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang bekerjasama dengan NIKE Inc
antara lain PT Hardaya Aneka Shoes Industri, PT Karet Murni Kencana, PT Astra Graphia dan masih banyak yang lainnya
Produksi yang dibuat selama ini berdasarkan pesanan dari kantor pusat Nike di Amerika Sepatu yang diproduksi oleh PT. HASI adalah sepatu olah raga yang terbagi atas dua jenis yaitu sepatu olah raga kategori atletik dan soccer. Untuk kategori sepatu atletik, terbagi atas tiga jenis yaitu running, tenis, dan football. Sepatu diproduksi berdasarkan pesanan (job order) dari kantor pusat Nike di Amerika Serikat. Pemesanan datang dalam waktu yang tidak terjadwal namun akhir-akhir ini pemesanan sepatu bahkan datang setiap dua minggu, sedangkan PT. HASI harus menyerahkan pesanan tersebut dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah job order diterima. Dalam perkembangannya, persaingan dalam industri sepatu olah raga baik di tingkat dunia maupun pada tingkat nasional sangat kompetitif. Untuk selalu meningkatkan daya saing serta agar tetap terjaga kerja sama yang baik dengan pihak pemegang merek yang selama ini telah terjalin, maka PT tersebut dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutu produk serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksinya. Tujuannya adalah agar tingkat biaya produksi yang terjadi dapat lebih kecil. Sebagai produsen sepatu berkualitas internasional, sudah tentu kualitas menjadi perhatian utama perusahaan agar setiap produk yang dihasilkan dapat memuaskan pemesan khususnya dan konsumen pada umumnya. Di samping tuntutan kualitas yang prima, Pt tersebut dituntut pula untuk dapat memenuhi pesanan dari NIKE Inc. tepat waktu dan tepat jumlah. Kendala yang dihadapi manajemen adalah masih terdapatnya produk cacat, yang dimaksud produk cacat disini adalah produk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Adanya produk cacat tersebut merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga akan mengurangi laba perusahaan.

Proses  Produksi  Sepatu

Dalam  konstruksi sepatu, beberapa manufacture menggunakan istilah-istilah yang hampir sama yang menunjukkan elemen-elemen sepatu.


Elemen Sepatu
Umumnya konstruksi sepatu terbagi menjadi 2 bagian utama, yaitu :
  1. Upper
  2. Bottom
Upper
Upper sepatu adalah bagian sepatu yang terdapat di bagian sisi atas, mulai dari ujung depan sepatu, sisi kanan dan kiri, bagian lidah (tongue) sampai dengan bagian belakang. Karakteristik dari upper biasanya berbahan dasar kain sintetic atau kulit (leather) yang telah dirakit dengan jahitan (stitching process).
Bottom
Bagian bottom dari sepatu adalah bagian alas atau bagian bawah dari sepatu. Biasanya orang menyebut bagian sole. Bottom terdiri dari insole, midsole dan outsole. Dan ada juga yang menggunakanbahan Pu-Puck (Polyurethane).



Alur Proses Produksi Sepatu
Keterangan :
1. Upper Components Cutting


Manual Cutting
Cutting process adalah proses pemotongan bahan baku sebelum dibentuk menjadi upper sepatu. Bahan baku yang berupa kain atau pun kulit (leather) dipotong membentuk pola-pola ( Cardsboard patterns ) yang telah ditentukan sebelumnya. Peralatan yang diperlukan dalam proses ini menggunakan mesin potong (cutting machine) dan alat potong yang disebut dengan cutting dies yang bentuk dan ukurannya telah dibuat sesuai dengan pola-pola potongan yang akan dikerjakan.

2. Stitching / Sewing

Upper Sewing
Pada proses ini pola-pola bahan baku yang telah dipotong di cutting process kemudian dijahit yang kemudian dibentuk menjadi upper sepatu. Dalam proses penjahitan ini sangat banyak membutuhkan waktu dalam pengerjaannya. Hal ini dikarenakan tinginya tingkat kesulitan dalam menjahit dan juga butuh ketelitian yang sangat tinggi. Potonganpola dijahit satu persatu sehingga membentuk upper sepatu yang selanjutnya disatukan di proses perakitan.

3. Outsole Production

Outsole
Outsole, merupakan Bagian terbawah dari sepatu yang contact dengan tanah. Karakteristik outsole yang baik antara lain: Cengkeraman (grip), daya tahan, dan tahan air. Untuk sebuah sepatu, bahan yang digunakan pada outsole biasanya merupakan gabungan dari beberapa bahan untuk menyesuaikan dengan model,warna dan fungsi yang diinginkan, antara lain berbasis plastik, karet/rubber, sponge. masing masing jenis bahan tersebut juga bervariasi. misalnya untuk plastic ada jenis TPR, TPU dll.
Proses pembuatan outsole terdapat 2 jenis, yaitu molding dan injection.


4. Insole production

Insole
Insole, merupakan bagian dalam sepatu, tepatnya berada di bawah kaki. Bahan yang dipakai untuk insole sangat menentukan kenyamanan saat kita mengenakan sepatu.
Berikut proses pembuatan insole.

5. Stock Fitting
Beberapa jenis outsole bisa langsung digunakan pada proses Assembling, namun ada juga beberapa jenis bottom yang harus melalui proses stock fitting. Proses ini adalah merupakan proses kerja yang menggabungkan bagian-bagian dari bottom sepatu, yaitu antara midsole dan outsole sampai terbentuk menjadi bottom sepatu. Midsole yang berbahan dasar phylon akan digabungkan dengan outsole yang berbahan dasar karet (rubbersole) dengan cara mengelem/cementing.

Stock Fitting
6. Assembly
Pada bagian inilah perakitan sepatu dikerjakan. Bagian-bagian sepatu yang masih berupa upper dan bottom digabungkan hingga menjadi bentuk sepatu. Bagian upper yang diproduksi dari divisi stitching process sebelumnya dan bagian bottom yang diproduksi di divisi stockfit dirakit dalam proses ini sampai membentuk sepasang sepatu. Hal-hal penting dalam proses assembling bisa dilihat dalam detail berikut.
  
a. Laste
Saat memasuki proses assembling Upper dan Bottom sudah berupa pasangan atau “set”, dengan size yang sudah ditentukan. Untuk membentuk sepatu agar mengikuti kontur kaki digunakan laste. Setiap Merek memiliki dimensi Laste yang berbeda-beda meski dengan size yang sama. Sepatu untuk kaki orang asia tentunya memiliki  laste yang berbeda dengan jenis kaki orang  Eropa.

Laste

b. Penyatuan Upper dan Midsole
Beberapa sepatu yang menggunakan Phylon, antara Upper dan phylon disatukan dengan menggunakan mesin Toelast – Healast.
Toelasting machine menyatukan dengan cara pengeleman dan Press dibagian ujung / Toe. Sedang Healast machine menyatukan bagian belakang/heal dengan cara yang sama.
Adapula sepatu jenis stroble, jenis ini tidak menggunakan mesin toelast-healast karena Upper dan midsole disatukan dengan cara di jahit.
Setelah proses ini, Upper yang didalamnya sudah terdapat laste dikenakan proses pemanasan / heating agar bahan upper ( leather/synthetic ) tercetak dengan baik sehingga mengikuti kontur permukaan laste.

Healasting Machine


Toelasting Machine
c. Treatment Upper - Bottom
Sebelum disatukan, permukaan kontak ( contact surface ) Upper dan Bottom harus di Treatment  terlebih dahulu. Pada dasarnya treatment ini bertujuan untuk membersihkan contact surface, membuka pori-pori permukaan bottom dengan penyinaran ultra violet (UV), cementing, dan Heating.

Upper-Bottom Treatment
d. Press
Menyatukan bottom dan upper dengan menggunakan mesin press.
e. Pendinginan
Secara teoritis material upper baik dari Synthetic maupun leather/kulit  ditreament ( melalui proses heating ) untuk mengikuti kontur permukaan laste. Setelah proses penyatuan dengan bottom di mesin press. Laste tidak boleh langsung dilepas. Proses pendinginan diperlukan untuk menghentikan perubahan bentuk material. Proses ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pendinginan perlahan, sepatu dilewatkan dalam conveyor gantung yang panjang dan didinginkan dengan angin dengan suhu ruang normal. Cara kedua yaitu pendinginan cepat, sepatu diletakkan diatas conveyor yang melewati lorong dengan suhu chiller.
f. Finishing
Proses  ini merupakan akhir dari semua proses produksi yang dikerjakan. Sepatu hasil produksi dan telah melewati pemeriksaan quality kemudian akan di-packing ke dalam dus karton sepatu yang kemudian disimpan di gudang final product.

Finishing
Keseluruhan proses Assembling, bisa dilihat dalam vidio berikut, saya menggunakan proses assembling Adidas. Beberapa tahapan tampak tidak sama dengan yang saya sampaikan, ini erat kaitannya dengan aplikasi teknologi. industri sepatu tidak selalu identik dengan midle teknologi, namun penggunaan high tech merupakan hal yang mungkin diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, quality, dan produktivitas.
Keuntungan dari kerjasama di atas sangat menjanjikan bagi kedua belah pihak, sehingga franchising semakin lama semakin berkembang..

Pengetahuan Seputar Logo Branded Shoes


Nike, Nama “Nike” Terinspirasi oleh Dewi mitologi Yunani Kuno  yaitu Nike. Logo yang berbentuk centang didesain oleh Carilyn Davidson, seorang mahasiswi desain grafis di prtland State University pada tahun 1971. Logo Nike, adalah representasi dari sayap dewi kemenangan Yunani, disebut Swoosh. Sayap dewi Yunani suci dikenal untuk membawa motivasi dan kekuatan berani untuk prajurit. Logo berbentuk sayap awalnya dianggap sebagai "strip" tapi kemudian diganti dengan sebutan "Swoosh"


Kesimpulannya:
Nike Inc. adalah salah satu perusahaan asing besar yang berkejasama dengan perusahan Indonesia sebagai Franchising.. dan kegiatan tersebut menguntungkan ke dua belah pihak, serta konsumen, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya untuk produksi, distibusi dan jual beli



Nama: Ready Rachmat Putra              27213349
Nama: Venty Lasiandita                      29213105
Nama: Handhika Farid                        23213877

Dampaknya usaha Franchise Asing di Indonesia

    Usaha waralaba asing di Indonesia pasti memberikan wawasan kepada pengusaha di Indonesia mengenai business model yang berwacana gobal. Edukasi yang sangat baik bagi wawasan bisnis lokal kita.
Franchise asing yang sistem bisnisnya sudah lebih siap, akan memberikan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dan dampaknya akan memberikan perputaran penjualan (tentunya ekonomi) yang lebih baik buat perputaran ekonomi di Indonesia.
Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga akan jauh lebih maju.
Dampak pembelajaran terhadap teknis industri juga sangat baik untuk diteruskan pada kegiatan alih teknologi.
Dampak terhadap perdagangan kepada para suplier lokal akan lebih memberikan gairah lagi, yang nantinya membuat para suplier menjadi suplier berkelas global internasional. Bayangkan reputasi suplier lokal yang mempunyai track record sukses bekerjasama dengan merek internasional.
Maraknya franchise asing atau usaha multinational di Indonesia memberikan kesan bahwa negara Indonesia merupakan bagian dari negara maju. Hal ini akan meninggalkan kesan bahwa Indonesia adalah negara terkebelakang. Dan semakin banyak merek asing di Indonesia (ingat!: bahwa pemilik bisnisnya disini bukan orang asing, tetapi tetap orang lokal), akan memberikan kepercayaan bagi para investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Dampaknya adalah kemajuan ekonomi
Manfaat bagi franchisor:
          pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
          potensi passive income yang cukup besar
          efek bola salju dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
          terhindar dari undang-undang anti monopoli.
Manfaat bagi franchisee:
          memperkecil resiko kegagalan usaha
          menghemat waktu, tenaga dan dana untuk proses trial & error Referensi:


REFERENSI
http://www.mb.ipb.ac.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc.
http://www.the-marketeers.com/archives/terobosan-nike-yang-akan-terlihat-sebentar-lagi.html#.Uotq8jes2hk
http://hostforplus.blogspot.com/2011/05/manfaat-franchise-waralaba.html
http://www.konsultanwaralaba.com/waralaba-asing-bisnis-waralaba-indonesia/

Jumat, 15 November 2013

TUGAS 5




 Pengertian produksi secara umum maupun Ekonomi

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang menstranspormasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam pemgartian yang bersifat umum ini penggunaannya cukup leas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghsilkan barang baik barang jadi maupun barang setengah jadi, bahan industri dan suku cadang atau spareparts dan komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang­barang konsumsi maupun barang-barang industri. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. (Sofjan Assauri, 1999: him 11)

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi.(sri adiningsih, 1999 : him 3-4). sedangkan menurut, sukanto dan indriy, Produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barang-barang dan jasa-jasa. Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha.(sukanto, indriyo, 1992, him 12-13)

Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi output. Kegiatan tersebut dalam ekonomi biasa di nyatakan dalam fungsi produk, Fungsi produk menunjukkan jumiah maksimum output yang dapat dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan menggunakan teknogi tertentu. (sugiarto, dkk, 2002 : him 202) sedangkan menurut Ari sudarman, Produksi sering didefenisikan sebagai penciptaan guna, di mana guna bararti kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia(Ari Sudarman, 2004 : him 103)

Menurut definisi diatas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pengertian yang sangat luas, produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor produksi. Faktor produksi yang dimaksud adalah berbagai macam input yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dapat diklasifikasi menjadi faktor produksi tenaga kerja, modal, dan bahan mentah. Ketiga faktor produksi tersebut dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas tertentu. Aktivitas yang terjadi didalam proses produksi yang meliputi perubahan-perubahan bentuk, tempat dan waktu penggunaan hasil-hasil produksi.

Disamping itu produksi juga diartikan sebagai penciptaan nilai guna (utility) suatu barang dan jasa dimana nilai guna diartikan sebagai kemampuan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pengertian lain dengan lebih sederhana mengatakan bahwa produksi adalah suatu kegiatan mengubah input (faktor produksi menjadi output barang dan jasa). adanya perbedaan produksi dalam arti teknis dan ekonomi adalah secara teknis merupakan suatu pendayagunaan sumber­sumber yang tersedia. Dimana nantinya diharapkan terwvujudnya hasil yang lebih baik dari segala pengorbanan yang telah diberikan. Sedangkan bila ditinjau dari pengertian ekonomi, produksi merupakan suatu proses pendayagunaan segala sumber yang tersedia untuk mewujudkan hasil yang terjamin kualitas, terkelola dengan baik sehingga kegiatan tersebut haruslah dilakukan dengan biaya serendah mungkin untuk mencapai hasil maksimal

sumber     http://sbrrhapsody.blogspot

System produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan dari unsur unsur yang berbeda secara terpadu menyatu dan menyeluruh
 
Alasan Mengapa Sistem Produksi dan Operasi Saling Berkaitan? 

Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan.  Berikut ini ada 4 fungsi terpenting dalam poduksi dan operasi:
1. Proses Pengolahan.
2. Jasa-jasa penunjang.
3. Perencanaan.
4. Pengendalian atau pengawasan

Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan dan pengeluaran.
  1. Lokasi dan lay out pabrik
Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam melayani konsumen, mendapatkan bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah, serta memungkinkan diadakannya perluasan usaha.  Kesalahan dalam pemilihan lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang cukup. Perencanaan layout merupakan salah satu tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah, sedangkan jenis layout terdiri dari process layoutproduct layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga jenis layout tersebut. Adapun perangkat lunak yang diperlukan bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik, besar sekali pengaruhnya terhadap tingkat kelancaran operasi perusahaan, faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor utama dan faktor bukan utama. Faktor utama, yaitu letak sumber bahan baku, letak pasar, masalah transportasi, supply tenaga kerja dan pembangkit tenaga listrik. Sedangkan faktor bukan utama, seperti rencana masa depan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan perusahaan, kemungkinan adanya perluasan kota, terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan, terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan, persediaan air, investasi untuk tanah dan gedung, sikap masyarakat, iklim dan keadaan tanah. Penentuan Layout Pabrik Sebagaimana diketahui bahwa layout yang dipergunakan dalam sebuah pabrik akan mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Oleh karena itu penentuan layout pabrik harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Untuk menentukan layout pabrik dengan baik, maka perlu diadakan persiapan-persiapan yang matang, diantaranya, Pertama, data yang diperlukan meliputi jumlah dan jenis produk, komponen produk, urutan pelaksanaan proses produksi, mesin dan peralatan informasi mesin, instalasi yang diperlukan, luas gedung dan perbandingan perencanaan layout. Kedua, analisis urutan operasi dan Ketiga Teknik kesimbangan kapasitas.
Contoh gambar keterkaitan sistem produksi dan operasi:






Referensi:
http://carapedia.com/pengertian_definisi_produksi_info2348.html
http://dayintapinasthika.wordpress.com/tugas-7-manajemen-produksi/
http://talentiakristi.wordpress.com/2012/11/09/bab-vi-manajemen-produksi/
http://www.google.com/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW1HAekCctgFfLHp6xNjvQjqVPYxjtffjzmhX9moC51KSu2HgMS-ReSxa8w7nHEAOPRcoUD6XuvFx4FlaT5hhMfEaoUqMq9Ki02KphappYZPbeNWUD-Z-t9XTCjfj7-DUBnWfu5gEcVng/s1600/3.jpg&imgrefurl=http://indraputrabintan.blogspot.com/2013/03/sistem-manajemen-operasi.html&usg=__zPqHFhEY9o1zaMJ0tPkpUWd1g9A=&h=464&w=625&sz=49&hl=id&start=4&sig2=MS7JuO6ZfnGDWUi7efLfnQ&zoom=1&tbnid=Wz604rYGx8WfHM:&tbnh=101&tbnw=136&ei=VceFUvj7MoWdiAfLooHABA&prev=/search%3Fq%3Dsistem%2Bketerkaitan%2Bproduksi%2Bdan%2Boperasi%26tbm%3Disch&itbs=1&sa=X&ved=0CDEQrQMwAw 


Kamis, 07 November 2013

TUGAS 4


         
PENGERTIAN PEMASARAN

Pemasaran merupakan bagian yang penting berhubungan dengan pasar, karena pasar yang ada sekarang merupakan pasar pembeli di mana terjadinya transaksi jual beli ter­gantung pada keputusan pembeli sendiri. Sehingga pasar yang ada sangat dipengaruhi oleh perilaku para konsumen dan yang penting perusahaan sebagai yang menawarkan barang hanya bisa mengikuti kehendak konsumen dan bagaimana mengatasi pesaing­pesaing dari perusahaan yang menciptakan barang sejenis.
Dengan demikian kalau kita mendengar kata "pemasaran" berarti kita harus menghubungkan berbagai kegiatan perusahaan seperti penjualan, perdagangan, distribusi dan penetapan harga dan sebagainya. Karena menyangkut berbagai hal inilah membuat fungsi pemasaran sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan.
Pada dasarnya fungsi pemasaran itu merupakan suatu proses kegiatan yang tidak sederhana dari barang sebelum produksi sampai bagaimana supaya sampai di tangan konsumen yang dapat menghasilkan laba perusahaan atau paling tidak sampai pada kem­balinya modal perusahaan.
Di bawah ini pengertian dari beberapa ahli pemasaran:
1. William J Stanton
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencenakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
2. Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menem­patkan barang-barang berujud kepada konsumen.
3. American Marketing Association
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen dan konsumen.


     


2). Mengapa pemasaran sering disebut permintaan.

Umumnya orang beranggapan bahwa pemasaran berkaitan dengan upaya pencarian pelanggan dalam jumlah besar untuk menjual produk yang dihasilkan perusahaan. Tetapi pemandangan ini terlalu sempit, karena biasanya suatu organisasi (perusahaan) akan menghadapi kondisi permintaan produk yang tingkatnya berbeda-beda. Pada suatu saat mungkin tidak ada permintaan terhadap produknya,mungkin permintaannya cukup, permintaannya tidak teratur, atau terlalu banyak permintaan, sehingga manajemen pemasaran harus mencari jalan untuk mengatasi keadaan permintaan yang berubah-ubah ini.
Jadi pemasaran tidak saja berkaitan dengan upaya mencari dan meningkatkan permintaan, tetapi juga mengelola permintaan diwaktu tertentu.  Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa  pemasaran adalah suatu analisis perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk tujuan-tujuan organisasi.. pemasaran berupaya mempengharuhi tingkat, saat, dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Karena itu pemasaran sering disebut juga sebagai permintaan.


3). Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Berdasarkan Konsep Inti Pemasaran
      dan contoh

Kebutuhan dalam konsep pemasaran  merupakan suatu hal yang penting baik bagi konsumen maupun pemasar karena dari kebutuhan-kebutuhan tersebutlah terciptanya produk yang akan di pasarkan kepada konsumen sehingga sangat berkaitan dengan pemasar (pada saat itu juga)
Keinginan merupakan suatu hal yang diinginkan dan diharapkan agar dapat memperoleh sesuatu yang di dambakan baik oleh konsumen maupun pemasar sendiri, karena seorang pemasar berkeinginan untuk bisa memuaskan konsumen serta  dapat memajukan perusahaannya (dapat di tunda untuk waktu tertentu)
Contoh:
1. Kebutuhan
            A. konsumen membutuhkan suatu barang primer yaitu berbentuk pangan, sandang  maupun papan..
            B. Pemasar membutuhkan barang barang yang sangat dibutuhkan oleh konsumen yaitu barang primer
2. Keinginan
            A. konsumen menginginkan barang barang tersier seperti mobil, televisi dll.
            B. pemasar menginginkan konsumen puas dengan suatu barang yang telah di pasarkan
Sumber :
  • Budiarto,Teguh, Dasar Pemasaran, Universitas Gunadarma, 1993
http://en.wikipedia.org/wiki/Marketing_mix

Jumat, 01 November 2013

Tugas 3

1. Apa yang dimaksud dengan perusahaan?
Jawab:
Adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah  tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan – bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya produksi.
            Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan.
            Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam. (Sumber : http://lutfiawulandari.blogspot.com/2013/04/pengertian-perusahaan.html)
2. Apa yang membedakan perusahaan dengan lembaga sosial?
Jawab:
 Perusahaan adalah suatu lembaga sosial.Dalam hal ini tentunya terdapat perbedaan antara perusahaan dengan lembaga sosial lainnya.Letak perbedaanya adalah pada seluruh kegiatannya yang diarahkan untuk memperoleh laba.
Terdapat tujuan lain seperti,memberi kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran,kemudian juga meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak dan juga prestise.
yang mana memiliki organisasi yang bertujuan mengoptimalkan pendapatan atau laba dengan mengolah bahan baku atau sumber daya alam yang ada,jadi sumber pendapatannya berdasarkan tingkat keuntungan dari hasil penjualan produknya..sedangkan Lembaga sosial adalah organisasi dalam bentuk kesadaran sosial yang dibentuk dan bertujuan untuk dapat melayani masyarakat luas sesuai dengan bidangnya, dimana organisasi sosial mendapatkan pemasukan atau modal yang berasal dari sumbangan, hibah, atau subsidi dari pemerintah dan dermawan yang menjadi sumber pendapatannya.
Jadi perbedaan antara perusahaan dan lembaga sosial yaitu kalau perusahaan,dalam pendiriannya mereka berorientasi pada profit, artinya, perusahaan didirikan utuk menghasilkn laba..sedangkn lembaga sosial,berorientasi non profit, misalnya seperti lembaga Swadaya Masyarakt (LSM). (Sumber : http://aghnia-rahmah.blogspot.com/2011/10/perbedaan.html)

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan perusahaan sebagai suatu sistem!
Jawab:
Sistem adalah suatu kesatuan atau unit yang terdiri dari sub-sub sistem yang saling bekerjasama ataupun saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu.
Perusahaan sebagai sistem berarti merupakan kombinasi dari berbagai sumber-sumber ekonomi yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi dan distribusi barang dan atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungann dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Apabila ditinjau,maka pada dasarnya sistem perusahaan mempunyai beberapa sifat.Sifat-sifat tersebut ialah :
Sifat kompleks,sebagai suatu kesatuan,sifat berjenis-jenis,sifat saling bergantung,sifat dinamis. (Sumber : http://aghnia-rahmah.blogspot.com/2011/10/perbedaan.html)