Kamis, 21 November 2013

TUGAS 6 (KELOMPOK)



Franchising Luar Negri yang Ada Di Indonesia


Franchise atau waralaba adalah suatu bentuk kerja sama dimana pemberi waralaba (franchisor) member ijin kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merek dagang produk dan jasa, dan sistem operasi usahanya. Sebagai timbal baliknya, penerima waralaba membayar suatu jumlah yang seperti franchise dan royalty fee atau lainnya. (PP No 16 tahun 1997 tgl 16 Juni 1997).
Berikut pengertian dari beberapa istilah yang kerap digunakan dalam dunia waralaba:
          Franchisor (Pemberi Waralaba): badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain (franchisee) untuk memanfaatkan segala ciri khas usaha dan segala kekayaan intelektual seperti nama, merek dagang, dan sistem usaha yang dimilikinya.
          Franchisee (Penerima Waralaba): badan usaha atau perorangan yang diberikan atau menerima hak untuk memanfaatkan dan menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau ciri khas usaha yang dimiliki oleh franchisor.
          Master Franchisee: franchisee yang diberi hak oleh franchisor  untuk memberikan hak lanjutan kepada franchisee lainnya pada suatu area tertentu, dan atau membuka sendiri unit-unit franchisee lanjutan tersebut pada daerah tertentu.
          Franchise Fee: kontribusi fee dari franchisee kepada franchisor sebagi imbalan atas pemberian hak pemanfaatan dan penggunaan hak intelektual yang dimiliki oleh franchisor dalam kurun waktu tertentu. Kerap franchise fee ini disebut one-time fee karena hanya dibayarkan untuk satu kali bentuk hak yang diterima.
          Royalty Fee: kontribusi fee dari operasional usaha franchisee yang dibayarkan kepada franchisor secara periodik, biasanya secara bulanan. Lazimnya, royalti fee berupa persentase tertentu dari besarnya omzet penjualan franchisee.

Salah satu contoh franchising asing di Indonesia adalah  Nike inc.
Nike, Inc. adalah salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga Amerika Serikat yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Mereka terkenal karena mensponsori beberapa olahragawan terkenal di dunia seperti Tiger Woods, dan Michael Jordan. Selain itu mereka juga memiliki perjanjian dengan berbagai tim sepak bola dunia seperti Manchester United, F.C. Barcelona, Arsenal, Juventus,  Inter Milan, VfL Wolfsburg, Hertha BSC Berlin, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, Valencia. Atlético de Madrid, Glasgow Celtic, FC Porto, Paris Saint-Germain, Boca Juniors, dan Corinthians
Didirikan pada tahun 1972
Pendiri William J. "Bill" Bowerman Philip H. Knight
Kantor pusat Beaverton, Oregon, Amerika Serikat
Tokoh penting Philip H. Knight (Ketua) Mark Parker (CEO) & (Presiden)
Produk nike Sepatu Pakaian Perlengkapan olahraga Aksesoris
Pendapatan AS$ 16,325 miliar (2007)
Laba usaha
AS$ 2,199 miliar (2007)
Laba bersih
AS$ 1,491 miliar (2007)
Jumlah asset
AS$ 10,688 miliar (2007)
Jumlah ekuitas
AS$ 7,025 miliar (2007)
Karyawan 30.200 (2008)
Slogan Just Do It! Dgn Situs web Nike.com
Visi : Menjual barang-barang dari Nike Store ke pelanggan di Indonesia
Misi : Dengan Cara melayani pembeli dengan Ramah dan sopan agar bisnis ini dapat berjalan dengan baik

Nike di Indonesia
Nike telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang merupakan produk dari sana. Dalam sebuah wawancara pers di November 1994, koordinator perusahaan Nike di Indonesia, Tony Band, mengatakan perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Di antaranya merupakan bekas-bekas basis perusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan -yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merek lain seperti Reebok, Adidas dan Puma.
Hubungan antara Nike dan kontraktor di Indonesia cukup dekat. Setiap personel Nike di setiap pabrik di Indonesia memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike.
Sebagian besar pabrik yang memproduksi untuk Nike berlokasi di daerah yang baru dikembangkan untuk industri ringan di Tangerang dan Serang, sebelah barat Jakarta. Pada pabrik yang dimiliki Korea (dan beberapa yang dimiliki Indonesia juga) manajemen puncaknya dipegang oleh orang Korea. manajer tingkat menengah dan supervisor juga dapat berasal dari Korea atau Indonesia. Tapi para pekerja produksi semua berasal dari Indonesia, terutama wanita muda dalam kelompok usia 16-22, biasanya pekerja tersebut berasal dari pulau Jawa


Ada beberapa perusahaan di Indonesia yang bekerjasama dengan NIKE Inc
antara lain PT Hardaya Aneka Shoes Industri, PT Karet Murni Kencana, PT Astra Graphia dan masih banyak yang lainnya
Produksi yang dibuat selama ini berdasarkan pesanan dari kantor pusat Nike di Amerika Sepatu yang diproduksi oleh PT. HASI adalah sepatu olah raga yang terbagi atas dua jenis yaitu sepatu olah raga kategori atletik dan soccer. Untuk kategori sepatu atletik, terbagi atas tiga jenis yaitu running, tenis, dan football. Sepatu diproduksi berdasarkan pesanan (job order) dari kantor pusat Nike di Amerika Serikat. Pemesanan datang dalam waktu yang tidak terjadwal namun akhir-akhir ini pemesanan sepatu bahkan datang setiap dua minggu, sedangkan PT. HASI harus menyerahkan pesanan tersebut dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah job order diterima. Dalam perkembangannya, persaingan dalam industri sepatu olah raga baik di tingkat dunia maupun pada tingkat nasional sangat kompetitif. Untuk selalu meningkatkan daya saing serta agar tetap terjaga kerja sama yang baik dengan pihak pemegang merek yang selama ini telah terjalin, maka PT tersebut dituntut untuk senantiasa meningkatkan mutu produk serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksinya. Tujuannya adalah agar tingkat biaya produksi yang terjadi dapat lebih kecil. Sebagai produsen sepatu berkualitas internasional, sudah tentu kualitas menjadi perhatian utama perusahaan agar setiap produk yang dihasilkan dapat memuaskan pemesan khususnya dan konsumen pada umumnya. Di samping tuntutan kualitas yang prima, Pt tersebut dituntut pula untuk dapat memenuhi pesanan dari NIKE Inc. tepat waktu dan tepat jumlah. Kendala yang dihadapi manajemen adalah masih terdapatnya produk cacat, yang dimaksud produk cacat disini adalah produk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Adanya produk cacat tersebut merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, sehingga akan mengurangi laba perusahaan.

Proses  Produksi  Sepatu

Dalam  konstruksi sepatu, beberapa manufacture menggunakan istilah-istilah yang hampir sama yang menunjukkan elemen-elemen sepatu.


Elemen Sepatu
Umumnya konstruksi sepatu terbagi menjadi 2 bagian utama, yaitu :
  1. Upper
  2. Bottom
Upper
Upper sepatu adalah bagian sepatu yang terdapat di bagian sisi atas, mulai dari ujung depan sepatu, sisi kanan dan kiri, bagian lidah (tongue) sampai dengan bagian belakang. Karakteristik dari upper biasanya berbahan dasar kain sintetic atau kulit (leather) yang telah dirakit dengan jahitan (stitching process).
Bottom
Bagian bottom dari sepatu adalah bagian alas atau bagian bawah dari sepatu. Biasanya orang menyebut bagian sole. Bottom terdiri dari insole, midsole dan outsole. Dan ada juga yang menggunakanbahan Pu-Puck (Polyurethane).



Alur Proses Produksi Sepatu
Keterangan :
1. Upper Components Cutting


Manual Cutting
Cutting process adalah proses pemotongan bahan baku sebelum dibentuk menjadi upper sepatu. Bahan baku yang berupa kain atau pun kulit (leather) dipotong membentuk pola-pola ( Cardsboard patterns ) yang telah ditentukan sebelumnya. Peralatan yang diperlukan dalam proses ini menggunakan mesin potong (cutting machine) dan alat potong yang disebut dengan cutting dies yang bentuk dan ukurannya telah dibuat sesuai dengan pola-pola potongan yang akan dikerjakan.

2. Stitching / Sewing

Upper Sewing
Pada proses ini pola-pola bahan baku yang telah dipotong di cutting process kemudian dijahit yang kemudian dibentuk menjadi upper sepatu. Dalam proses penjahitan ini sangat banyak membutuhkan waktu dalam pengerjaannya. Hal ini dikarenakan tinginya tingkat kesulitan dalam menjahit dan juga butuh ketelitian yang sangat tinggi. Potonganpola dijahit satu persatu sehingga membentuk upper sepatu yang selanjutnya disatukan di proses perakitan.

3. Outsole Production

Outsole
Outsole, merupakan Bagian terbawah dari sepatu yang contact dengan tanah. Karakteristik outsole yang baik antara lain: Cengkeraman (grip), daya tahan, dan tahan air. Untuk sebuah sepatu, bahan yang digunakan pada outsole biasanya merupakan gabungan dari beberapa bahan untuk menyesuaikan dengan model,warna dan fungsi yang diinginkan, antara lain berbasis plastik, karet/rubber, sponge. masing masing jenis bahan tersebut juga bervariasi. misalnya untuk plastic ada jenis TPR, TPU dll.
Proses pembuatan outsole terdapat 2 jenis, yaitu molding dan injection.


4. Insole production

Insole
Insole, merupakan bagian dalam sepatu, tepatnya berada di bawah kaki. Bahan yang dipakai untuk insole sangat menentukan kenyamanan saat kita mengenakan sepatu.
Berikut proses pembuatan insole.

5. Stock Fitting
Beberapa jenis outsole bisa langsung digunakan pada proses Assembling, namun ada juga beberapa jenis bottom yang harus melalui proses stock fitting. Proses ini adalah merupakan proses kerja yang menggabungkan bagian-bagian dari bottom sepatu, yaitu antara midsole dan outsole sampai terbentuk menjadi bottom sepatu. Midsole yang berbahan dasar phylon akan digabungkan dengan outsole yang berbahan dasar karet (rubbersole) dengan cara mengelem/cementing.

Stock Fitting
6. Assembly
Pada bagian inilah perakitan sepatu dikerjakan. Bagian-bagian sepatu yang masih berupa upper dan bottom digabungkan hingga menjadi bentuk sepatu. Bagian upper yang diproduksi dari divisi stitching process sebelumnya dan bagian bottom yang diproduksi di divisi stockfit dirakit dalam proses ini sampai membentuk sepasang sepatu. Hal-hal penting dalam proses assembling bisa dilihat dalam detail berikut.
  
a. Laste
Saat memasuki proses assembling Upper dan Bottom sudah berupa pasangan atau “set”, dengan size yang sudah ditentukan. Untuk membentuk sepatu agar mengikuti kontur kaki digunakan laste. Setiap Merek memiliki dimensi Laste yang berbeda-beda meski dengan size yang sama. Sepatu untuk kaki orang asia tentunya memiliki  laste yang berbeda dengan jenis kaki orang  Eropa.

Laste

b. Penyatuan Upper dan Midsole
Beberapa sepatu yang menggunakan Phylon, antara Upper dan phylon disatukan dengan menggunakan mesin Toelast – Healast.
Toelasting machine menyatukan dengan cara pengeleman dan Press dibagian ujung / Toe. Sedang Healast machine menyatukan bagian belakang/heal dengan cara yang sama.
Adapula sepatu jenis stroble, jenis ini tidak menggunakan mesin toelast-healast karena Upper dan midsole disatukan dengan cara di jahit.
Setelah proses ini, Upper yang didalamnya sudah terdapat laste dikenakan proses pemanasan / heating agar bahan upper ( leather/synthetic ) tercetak dengan baik sehingga mengikuti kontur permukaan laste.

Healasting Machine


Toelasting Machine
c. Treatment Upper - Bottom
Sebelum disatukan, permukaan kontak ( contact surface ) Upper dan Bottom harus di Treatment  terlebih dahulu. Pada dasarnya treatment ini bertujuan untuk membersihkan contact surface, membuka pori-pori permukaan bottom dengan penyinaran ultra violet (UV), cementing, dan Heating.

Upper-Bottom Treatment
d. Press
Menyatukan bottom dan upper dengan menggunakan mesin press.
e. Pendinginan
Secara teoritis material upper baik dari Synthetic maupun leather/kulit  ditreament ( melalui proses heating ) untuk mengikuti kontur permukaan laste. Setelah proses penyatuan dengan bottom di mesin press. Laste tidak boleh langsung dilepas. Proses pendinginan diperlukan untuk menghentikan perubahan bentuk material. Proses ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pendinginan perlahan, sepatu dilewatkan dalam conveyor gantung yang panjang dan didinginkan dengan angin dengan suhu ruang normal. Cara kedua yaitu pendinginan cepat, sepatu diletakkan diatas conveyor yang melewati lorong dengan suhu chiller.
f. Finishing
Proses  ini merupakan akhir dari semua proses produksi yang dikerjakan. Sepatu hasil produksi dan telah melewati pemeriksaan quality kemudian akan di-packing ke dalam dus karton sepatu yang kemudian disimpan di gudang final product.

Finishing
Keseluruhan proses Assembling, bisa dilihat dalam vidio berikut, saya menggunakan proses assembling Adidas. Beberapa tahapan tampak tidak sama dengan yang saya sampaikan, ini erat kaitannya dengan aplikasi teknologi. industri sepatu tidak selalu identik dengan midle teknologi, namun penggunaan high tech merupakan hal yang mungkin diterapkan untuk meningkatkan efisiensi, quality, dan produktivitas.
Keuntungan dari kerjasama di atas sangat menjanjikan bagi kedua belah pihak, sehingga franchising semakin lama semakin berkembang..

Pengetahuan Seputar Logo Branded Shoes


Nike, Nama “Nike” Terinspirasi oleh Dewi mitologi Yunani Kuno  yaitu Nike. Logo yang berbentuk centang didesain oleh Carilyn Davidson, seorang mahasiswi desain grafis di prtland State University pada tahun 1971. Logo Nike, adalah representasi dari sayap dewi kemenangan Yunani, disebut Swoosh. Sayap dewi Yunani suci dikenal untuk membawa motivasi dan kekuatan berani untuk prajurit. Logo berbentuk sayap awalnya dianggap sebagai "strip" tapi kemudian diganti dengan sebutan "Swoosh"


Kesimpulannya:
Nike Inc. adalah salah satu perusahaan asing besar yang berkejasama dengan perusahan Indonesia sebagai Franchising.. dan kegiatan tersebut menguntungkan ke dua belah pihak, serta konsumen, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya untuk produksi, distibusi dan jual beli



Nama: Ready Rachmat Putra              27213349
Nama: Venty Lasiandita                      29213105
Nama: Handhika Farid                        23213877

Dampaknya usaha Franchise Asing di Indonesia

    Usaha waralaba asing di Indonesia pasti memberikan wawasan kepada pengusaha di Indonesia mengenai business model yang berwacana gobal. Edukasi yang sangat baik bagi wawasan bisnis lokal kita.
Franchise asing yang sistem bisnisnya sudah lebih siap, akan memberikan tingkat kesuksesan yang lebih tinggi dan dampaknya akan memberikan perputaran penjualan (tentunya ekonomi) yang lebih baik buat perputaran ekonomi di Indonesia.
Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja juga akan jauh lebih maju.
Dampak pembelajaran terhadap teknis industri juga sangat baik untuk diteruskan pada kegiatan alih teknologi.
Dampak terhadap perdagangan kepada para suplier lokal akan lebih memberikan gairah lagi, yang nantinya membuat para suplier menjadi suplier berkelas global internasional. Bayangkan reputasi suplier lokal yang mempunyai track record sukses bekerjasama dengan merek internasional.
Maraknya franchise asing atau usaha multinational di Indonesia memberikan kesan bahwa negara Indonesia merupakan bagian dari negara maju. Hal ini akan meninggalkan kesan bahwa Indonesia adalah negara terkebelakang. Dan semakin banyak merek asing di Indonesia (ingat!: bahwa pemilik bisnisnya disini bukan orang asing, tetapi tetap orang lokal), akan memberikan kepercayaan bagi para investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Dampaknya adalah kemajuan ekonomi
Manfaat bagi franchisor:
          pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
          potensi passive income yang cukup besar
          efek bola salju dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
          terhindar dari undang-undang anti monopoli.
Manfaat bagi franchisee:
          memperkecil resiko kegagalan usaha
          menghemat waktu, tenaga dan dana untuk proses trial & error Referensi:


REFERENSI
http://www.mb.ipb.ac.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc.
http://www.the-marketeers.com/archives/terobosan-nike-yang-akan-terlihat-sebentar-lagi.html#.Uotq8jes2hk
http://hostforplus.blogspot.com/2011/05/manfaat-franchise-waralaba.html
http://www.konsultanwaralaba.com/waralaba-asing-bisnis-waralaba-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar