TABUNGAN
PEMERINTAH
Dalam konteks APBN ada yang dimaksud
dengan Tabungan Pemerintahan
yaitu selisih selisih positif antara penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin. Kedua jenis tabungan ini dapat membentuk tabungan nasional yang digunakan sebagai sumber dana investasi. Jadi, Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. sehingga dapat di rumuskan sbb :
yaitu selisih selisih positif antara penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin. Kedua jenis tabungan ini dapat membentuk tabungan nasional yang digunakan sebagai sumber dana investasi. Jadi, Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah. sehingga dapat di rumuskan sbb :
Tabungan
Pemerntah = Penerimaan dalam negeri – Belanja rutin
Tabungan tersebut diharapkan
akan dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa tabungan pemerintah merupakan unsur pokok yang menunjang
pelaksanaan kegiatan pembangunan dan sebagai pendukungnya diharapkan dapat
dipenuhi dari pinjaman luar negeri. Jumlah antara tabungan pemerintah dengan
penerimaan pembangunan dalam bahasa teknis dikenal sebagai Modal Pembangunan.
Sedangkan tabungan pemerintah ditambah dengan bantuan program yaitu Pembiayaan
Dalam Rupiah Belanja Pembangunan). Sehingga apabila di rumuskan, akan nampak
seperti berikut :
TIDAK SELAMANYA INLFASI SELALU MERUGI
Inflasi memiliki dampak
positif dan dampak negative, tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila
inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dapat mendorong
perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan dan membuat orang
bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.
Coba kita renungkan, apa
penyebab harga tanah ataupun properti lainnya cenderung cepat naik nilainya
hanya dalam jangka waktu 5 tahun?
Ya, jawabannya adalah inflasi.
Ya, jawabannya adalah inflasi.
Dengan semakin menurunnya nilai mata uang rupiah dan semakin tingginya kebutuhan tanah/properti maka hal tersebut akan mempercepat naiknya harga aset tersebut.
Demikian juga dengan nilai emas. Bayangkan jika inflasi di negeri ini hanya sebesar satu persen atau bahkan nol persen per tahun. Maka investasi Anda di bidang properti atau emas tersebut akan sangat lambat dan tentu saja lebih beresiko.
Berikut
beberapa contoh dari manfaat inflasi:
·Sebagai
indikator untuk penentuan kebijakan penetapan harga beberapa komoditas tertentu,
seperti : harga beras, BBM, listrik dan sebagainya
·Sebagai
bahan penentuan kebijakan dalam mengatur kelancaran arus distribusi barang,
apabila diketahui bahwa salah satu penyebab kenaikan harga terjadi karena
terganggunya kelancaran distribusi barang.
· Untuk
bahan penentuan
DALAM PENILAIAN SEHAT ATAU TIDAKNYA BUMN CENDERUNG
BERSIFAT AKUNTANSI
Akuntansi
adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang
akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain
untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi,
dan lembaga pemerintah. Dan pastinya peran akuntansi dalam sehat atau tidaknya
BUMN sangat berpengaruh dalam penilaian.
WEWENANG UNTUK MENILAI BUMN
1.
Penguasaan
badan usaha dimiliki oleh pemerintah.
2.Pengawasan
dilakukan, baik secara hirarki maupun secara fungsional dilakukan oleh pemerintah.
3.Kekuasaan
penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah.
4.Pemerintah
berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
5.Semua
risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah
6.Pemerintah
juga memiliki Akuntan Negara yaitu akuntan yang bekerja pada pemerintah dalam
rangka pemeriksaan keuangan pada badan-badan atau lembaga-lembaga pemerintah
dan perusahaan negara.
Karena
semua wewenang yang berhak untuk menilai BUMN hanyalah pemerintah karena BUMN
merupakan suatu instansi pemerintah yang dimiliki oleh negara dan rata-rata
BUMN di gunakan untuk kepentingan rakyat.
SUMBER
http://pandubudimulya.wordpress.com/tag/inflasi/
http://filona93.blogspot.com/2011/03/anggaran-pendapatan-dan-belanja-negara.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar